01 Oktober 2009

SELAMAT IDUL FITRI

Assalaamu'alaikum
Segenap keluarga besar SMP Islam Al Azhaar Tulungagung menyampaikan

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
MAAF LAHIR DAN BATIN
TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM
KULLU 'AAMIN WAANTUM BIKHOIR

Semoga amal baik kita diterima olehNya
Wassalaamu 'alaikum

BACA AL QUR'AN YUK!

Iqra' bismirobbikalladzi kholaq. Kholaqol Insaana min 'alaq. Iqra' warobbukal akrom. Alladzi 'allama bil qolam. 'Allamal insaana maalam ya'lam....... (Al Aayah)

"Al-Qur'an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas"
(Muhammad Ali ash-Shabuni)

Membaca dan mempelajari Al Qur'an merupakan ibadah.

Dengan membuka blog SMP Al Azhaar, mulai saat ini kita bisa beribadah dengan membaca Al Qur'an. Baca Al Qur'an sebelum menjelajahi blog.



10 Januari 2009

Antena Naik

Antena Al Azhaar dah naik. Setinggi 30 m.
Rencana utamanya untuk radio komunitas pendidikan. Personilnya diambil dari santri. Rencana pengembangan adalah untuk antena internet, komunikasi antar keluarga Al Azhaar dan ke depan Televisi pendidikan

Ayo segera di wujudkan.
Rencana jangan di mandegkan.
Maju terus pantang mundur.

31 Desember 2008

Praktek Sembelih Hewan

Sudah waktunya anak-anak usia SMP mempunyai dasar/bekal syar'i yang cukup.
Hari Sabtu, 26 Desember 2008 SMP Islam Al Azhaar tidak libur, masuk dengan seragam bebas, ada acara khusus pada tiap kelasnya.
Untuk kelas 9, melaksanakan kegiatan praktek menyembelih hewan halal. Ada 24 anak, semuanya terlibat dalam ujian itu. Untuk memudahkan pelaksanaan, maka dibentuk kelompok. masing-masing kelompok terdiri dari 3 anak. Ada 8 hewan yang disembelih. Kebetulan semuanya ayam.

Sebelum praktek dimulai, santri dibekali teori dan praktek ringkas oleh guru bidang studi PAI. Ustadz Zain. Adapun tata cara penyembelihannya adalah;
1. Penyembelih harus muslim atau ahli kitab
2. dilakukan dengan sengaja
3. Yang disembelih adalah binatang halal
4. Memotong 2 urat; makanan dan minuman
5. Pisau harus tajam
6. Kesunahan-kesunahan yang perlu diperhatikan dalam menyembelih hewan ; Menghadap kiblat, disembelih pada pangkal leher, usahakan mempercepat penyembelihan, membaca basmalah dan sholawat nabi, memotong juga urat leher samping kanan dan kiri hewan.

Walaupun pengerjaannya secara berkelompok namun semua mempraktekkan "cara/teknik" memegang kepala ayam dan pisau dengan benar.

Beberapa ungkapan santri sesudah menyembelih ayam;
Asep; "Mula-mula saya takut melihat darah, tetapi karena dituntut bisa menyembelih, apalagi belum tentu saya mendapat kesempatan yang sama memperoleh materi sekaligus praktek menyembelih hewan dengan benar, maka saya memberanikan diri dan harus bisa menyembelih hewan. Dan ternyata Coy, menyembelih itu sangat mudah. Saya siap apabila dimintai bantuan orang tua atau tetangga saya untuk menyembelih hewan."

Migda; "Saya jadi berani menyembelih hewan."

Lutfi; "Sebelumnya saya sangat kasihan kepada hewan sembelihan, saya tidak berani melihat apalagi mendekat untuk memegangi kaki dan sayapnya. Setelah saya menyembelih, eee ternyata ketakutan itu lenyap seketika, dan ternyata menyembelih itu tidak sesulit apa yang kita bayangkan. Asal kita tahu ilmunya semuanya jadi gampang."

02 Desember 2008

Khutbah Haji Wada' Rosulullah

Khutbah Haji Wada' Rasulullah sangat penting bagi pedoman umat Islam. Ada beberapa petuah "penting" di dalamnya. Petuah-petuah itu sangat berguna bagi kesuksesan hidup umat islam, di dunia dan di akhirat.

Khutbah perpisahan ini terjadi di padang Arafah, di muka 124.000 umat Islam, setelah menunaikan ibadah haji tahun tahun kesepuluh Hiriyah (630M).

“Wahai manusia, dengarkan penjelasanku baik-baik, karena aku tak tahu apakah setelah tahun ini aku masih berada di tengah kalian atau tidak.


Wahai manusia, sebagaimana engkau menghargai bulan ini, hari ini dan kota ini sebagai sesuatu yang suci, maka hargai pulalah jiwa dan harta sesama Muslim sebagai amanat yang suci. Kembalikan harta yang dititipkan kepadamu kepada pemiliknya yang sah. Janganlah menyakiti sesama agar engkau tak disakiti. Janganlah makan riba karena riba itu haram bagimu.


Tolonglah orang miskin dan berilah mereka pakain sebagaimana engkau berpakaian.

Ingatlah! Suatu saat engkau akan menghadap Allah dan mempertanggung jawabkan semua amalmu. Jadi, waspadalah! Janganlah menyimpang dari jalan yang benar setelah aku tiada.


Wahai manusia! Tak ada lagi nabi atau rasul sesudahku dan tak akan ada agama baru yang lahir…. Adalah benar bahwa kamu sekalian mempunyai hak atas istrimu tapi mereka mempunyai hak pula atas kamu.


Berbuat baiklah kepada mereka karena mereka adalah tempatmu bersandar.

Ingatlah ucapanku. Kutinggalkan dua perkara kepadamu, Al-Quran dan sunnah. Jika kalian berpedoman kepada dua hal tersebut kalian tak akan tersesat.

Dengarlah baik-baik. Tegakan shalat, berpuasalah pada bulan Ramadhan, dan tunaikan zakat. Setiap muslim itu bersaudara, masing-masing mempunyai hak dan kewajiban yang sama.


Tak seorangpun boleh mengambil sesuatu dari saudaranya jika saudaranya itu tak ridha. Tak seorang pun yang lebih tinggi dari yang lain kecuali dalam amalannya.

Mereka yang mendengar ucapanku ini hendaknya menyampaikannya kepada yang lain, begitu seterusnya, dan yang terakhir harus mengerti lebih baik dari pada mereka yang mendengar langsung dariku.”


Lalu Rasullullah menengadahkan wajahnya ke langit dan berkata, “Ya Allah, saksikanlah bahwa aku telah menyampaikan ajaran-Mu kepada umat-Mu.” ” Ya kami menyaksikan,” jawab hadirin yang terdengar bergema di lembah.

Simpulan dari Khutbah Haji Wada’

1. Ajal dan kematian akan datang sewaktu-waktu
2. Persaudaraan dalam Islam sehingga harus saling memulyakan
3. Menyampaikan amanah kepada yang haq
4. Tinggalkan segala bentuk riba
5. Kepedulian kaum miskin dan dhuafa’
6. Pertanggungan jawab segala bentuk amal
7. Nabi dan Rasul telah ditutup sehingga jika ada yang mengaku nabi itu pasti palsu
8. Kewajiban suami harus didulukan atas istrinya dari pada menuntuk hak seorang suami pada istrinya. Suami harus jadi tauladan
9. Penuhi kewajiban dalam rukun Islam secara baik dan sempurna
10. Dua pedoman yang kekal yaitu al Qur’an dan As Sunnah
11. Ikhtiar dan tawakkal.

Dikutip dari http://pustakamawar.wordpress.com

25 November 2008

Idul Qurban dan Manasik Haji

Dalam menyambut hari raya Idul Adha tahuan 1429H tahun ini, Lembaga Pendidikan Islam Al Azhaar Tulungagung berencana mengadakan tiga kegiatan, yaitu; 1. Sholat Idul Adha di masjid Arrahman, 2. Penyembelihan hewan korban di SD dan SMP, 3. Manasik haji yang diikuti oleh seluruh santri, seluruh asatidz dan seluruh wali santri dari jenjang Paud, TK, SD dan SMP.

Untuk penyembelihan hewan qurban, Lembaga membagi pada 3 type kambing, yaitu A (besar) harga Rp 1.200.000, B (sedang) harga Rp 1.000.000 - Rp 1.200.000, dan C (kecil) harga Rp 800.000 - Rp 1.000.000

Wali santri atau siapapun yang memesan kambing akan dilayani, yaitu penyerahan titipan qurban berupa uang paling lambat tanggal 3 Desember dan diserahkan pada bendahara jenjang masing-masing.

Apabila ingin berkorban dengan menyerahkan kambing langsung, maka akan diterima lembaha tanggal 6 sd 9 Desember diserah terimakan pada pak Syawali

27 Oktober 2008

Khotaman Qiroati II & Istihlal 1429 H

Segala puji bagi Allah Ta’ala. Semua diperjalankan-Nya dengan penuh hikmah, kebaikan dan hampir kita tidak tahu secara naluriah.

Hari Sabtu, 25 Oktober 2008, bertepatan dengan 25 Syawwal 1429 H, telah dilaksanakan Istihlal seluruh keluarga besar Al Azhaar Tulungagung, mulai dari Asatidz, Wali Santri, Tetangga Sekolah dan juga kepala instansi di Kabupaten Tulungagung. Juga ada tamu undangan lain yaitu para peserta LPMQ (Lembaga Pendidikan Mengajar Al Quran - Metode Qiroati) yang berasal dari pengelola dan pengajar TPQ di Tulungagung.

Memang acara ini dikemas sebagai rangkaian Khotaman atau Wisuda Santri Al Azhaar yang telah menyelesaikan belajar Al Quran metode Qiroati yang diterapkan di jenjang Pendidikan LPI Al Azhaar Tulungagung. Sebanyak delapan belas santri mengikuti prosesi khotaman, yaitu menyelesaiakan juz ‘Amma, kemudian dilakukan tanya jawab seputar kemampuan santri tersebut menyerap ilmu baca Al Quran dan adab-adabnya. Pertanyaan tidak saja dari para penguji (asatidz Qiroati) tetapi juga audiens para undangan serta khususnya orang tua diberi kesempatan untuk memberikan harapan dan motivasi atas keberhasilan putra-putrinya.

Metode Qiroati sendiri, telah diterapkan di LPI Al Azhaar sejak tahun 2004, namun menunjukkan kefektifan dan penguatan program akademik selama dua tahun terakhir ini. Khotaman tahun ini adalah yang kedua setalah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2007 secara khusus, dan diikuti sebanyak 21 santri. Sedangkan tahun ini, bertepatan Istihlal 1429 H, sebanyak 18 santri, yaitu : M. Farhan Adi Pradana bin Rochimil Ghofar, Nabila Fiaruzza binti Umar Efendi, Oktariana Hanggoro Putri binti Imam Kambali, Zulfiana Apriliana Nur’aida binti Sandjoto, Harenda Rizqi Novitasari binti Hairjadi, Rizqi Fajar Riyanti binti Srijadi Wiguna, Ilma Arsyanti Sholehah binti Eko Suminto, Alya Rafiqa binti Dam Malhuji As’ari, Imroatus Sholehah binti M. Isitiharuddin, Latifa Najla binti Mustofa, Nabilah Jasmin Prasmaning Putri binti Suprapto, Laras Kumala Azhari binti Munif Azhari, Sinta Nabila Mulyawati binti Widodo, Nansi Fima Nureta binti Setyo Budi Santosa, Afif Layli Salsabila Bin Yasir, Siti Roziah Ria Famuji binti Winarko, Sholihatur Rahmah Azzahroh binti Ahmad Syaifur Rojai, Naufal Aminur Rahman bin Mujito.

Barokallahu lakum, semoga keberkahan untuk kalian semua yang telah khotam dan mendapat ijazah Qiroati.

Sebelumnya santri ini tidak hanya tuntas uji dari para Asatidz di Al Azhaar, melainkan juga sudah dievaluasi dari cabang Qiroati di Purwoasri - Kediri, yang memiliki hak untuk penentuan hasil uji atau test Qiroati di wilayah Karisidenan Kediri.

Acara yang dimulai sejak jam tujuh pagi dengan isian tartil Qiroati juz Amma para wisudawan, kemudian prosesi uji langsung dan wisuda santri, baru sambutan Istihlal dari Yayasan dan Lembaga, perwakilan orang tua, dan dinas terkait. Terselenggaranya kegiatan di Aula Timur STAIN Tulungagung, Jl. Major Sujadi Timur, ini tidak lepas dari kerjasama yang baik dari para Panitia yang dimotori oleh Ust. Abdullah Hadirin dan para wali santri dan dukungan semua pihak. Menjelang dhuhur seluruh rangkaian kegiatan selesai dengan menyisakan semangat kepada orang tua untuk selalu mendukung dan motivasi putra-putranya dalam meraih nilai-nilai Islam melalui Al Quran metode Qiroati ini, sedangkan bagi para Asatidz adalah dorongan untuk lebih meningkatkan pendidikan yang lebih baik, sehingga program ini bisa diikuti oleh lebih banyak santri Al Azhaar.

Taqobbalallahu minna wa minkum, Semoga seluruh amal kita semua diterima dan dosa antar kita semua di ampuni Allah Ta’ala. (Al-Azhaar.com)